Arsip untuk Mei, 2008

Kaum Perempuan

Siapa pun yang menaru iba hati kepada kaum perempuan pada dasarnya tidak sedang memberikan penghargaan kepadanya. siapa pun yang mengkambing hitamkan kaum perempuan untuk suatu kesalahan yang merusak masyarakat pada dasarnya tengah menjalankan penindasan terhadapnya.

siapa pun yang mengganggap kaum perempuan kebajikan yang ditebarkan oleh kaum perempuan sebagai kebajikannya sendiri dan kejahatan yang dimuntahkan oleh kaum perempuan sebagai kejahatan nya sendiri pada dasarnya tengah mengubur rasa malu dihatinya sendiri dalam liang kepura-puraanya.

siapa pun baru bisa dinilai tengah memberi kemuliaan bagi kaum perempuan dengan penuh kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan yang dironakan Tuhan sewaktu menciptakan kaum perempuan.

Komentar bertahan »

Perjalanan seorang manusia

hidup tak lebih dari sekedar suatu keperkasaan yang meriasi massa Remaja, suatu keperkasaan yang meriasi masa remaja, suatu keuletan yang memahkotai masa dewasa dan suatu kebijakan yang menjubahi masa tua. namun engkau telah terlahir dalam keadaan tua dan sakit- sakitan. kulitmu telah disarangi oleh keriput berkeru, kepalamu pun mengecil, sehingga engkau tak ada bedanya dengan seorang bocah yang berkerjaran dalam limbah lelumpuran dan saling menimpukkan gumpalan batu satu dengan yang lainnya.

Komentar bertahan »

Surat Kepada Gadis Pujaan

Kepada

Yang terpatri Di Hati

Wahai Gadis KU

Salam Rindu, (dari Tip- X )

GadisKU, Sebelumnya mohon maaf atas kelancangan hati ini yang harus jujur atas gundah gulana yang menerpa batin.

Dalam hidupku, Aku tak dapat melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakan kepada siapapun. Aku terbakar dalam diriku sendiri, tanpa mampu memadamkannya, karena kesejukan itu hanya kuharap darimu. Segenap jiwa dan raga ini milik Ilahi Rabbi Sang Maha Pencipta, namun hati ini tertunduk padamu. Kumohon belenggulah hati ini dengan cintamu, agar terbayar sejuta rindu dihati.

Duhai hati yang merindu, dengarlah ungkapan jiwaku ini yang hendak mengurai kebenaran dan tabir suci dari Pemilik Keagungan… Yang Maha Perkasa, Pencipta Semesta. Wahai cahaya malam, satukanlah rinduku ini dalam setiap sinarmu, bawalah ia bersamamu menembus ruang tanpa massa keharibaan Sang

pujaanku, bunga mawar indahku. Sungguh, manusia terlalu sederhana dihadapan Dia Sang Pencipta, segala pengetahuan disatukan dari semua pemikiran, bukan semakin mendekati pengetahuan-Nya, malah semakin menunjukan betapa kerdilnya kita. Tapi pengetahuan kita yang kerdil itu adalah jalan untuk mengenal-Nya.

Sungguh manusia terlalu sederhana didepan Sang maha Cinta, semakin kita mengenal cinta semakin ia kecil dibandingkan cinta-Nya tapi cinta sederhana itu adalah jalan untuk mencinta-Nya. Dan aku kini. Tengah mengurai-Mu dari sisi yang teramat sederhana untuk-Mu, ya…dengan rindu sederhana ini atas satu ciptaan-Mu, Wahai Gadisku…rembulan yang engkau hadirkan dilangit indah di dalam hatiku. Ketika rindu itu menyergap, maka tak ada yang tak terhingga rindu milik-Mu, ketika pesona indahnya datang, maka ada tak terhingga pesona milik-Mu.

Duhai Pemilik Semesta, Engkau berdialog melaluinya tentang indah-Mu, tentang cantik-Mu, … damai-Mu,…Surga-Mu, ijinkanlah aku merindu-Mu dengan rindu sederhana ini, …padanya. ( Gadis Pujaan ku )

Berkenankah engkau menjadi rembulan dilangit hatiku? Hati yang merindukan lembut cahayanya? berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? Seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi SAW? Berkenankah engkau?

“ Dari Seorang yang selalu

Mengagumimu”

Komentar bertahan »