Arsip untuk April, 2008

Swastanisasi Haji, Masih Mimpi

Belum ada jalan untuk swastanisasi penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk kesekian kalinya, Menteri Agama HM Maftuh Basyuni menolak wacana tersebut. Ia malah berkeyakinan penanganan jemaah calon haji (JCH) akan semakin bobrok, jika diswastakan.

“Kalau ada swastaisasi haji akan semakin bobrok (rusak), karena terjadi rebutan,” katanya usai meninjau Pesantren Kota (Peskot) Putri NU Surabaya, Rabu (28/11).

Maftuh menanggapi wacana swastanisasi haji akibat adanya masalah haji dari tahun ke tahun. Seperti kasus katering tahun lalu dan kasus “delay” JCH kloter 26/Embarkasi Surabaya, 25 November 2007.

Mantan Sekjen Depag itu, malah mengungkapkan penyelenggaraan haji dengan ONH (Ongkos Naik Haji) Plus atau BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Plus yang justru sering bermasalah. Asal tahu saja, semua itu diselenggarakan oleh pihak swasta.

“Haji dengan ONH Plus merupakan bukti swastaisasi akan bermasalah. Ibarat, biaya Rp 10 ribu akan menjadi Rp 20 ribu bila diperebutkan, apakah hal itu bukan bobrok namanya?” katanya didampingi pengasuh Pesantren Kota Putri NU di kompleks SMP-SMA Khadijah Surabaya Nyai Hj Maryam Toha.

Maftuh menyebutkan, haji merupakan tugas Depag yang paling mudah. Tapi tugas itu sering menimbulkan masalah, seperti kasus katering akibat adanya ’tangan-tangan kotor’. Karena itu, kata dia, yang harus dibikin habis tangan-tangan kotor itu. (Redaksi Suara daerah. online)

Komentar bertahan »

SPMB MENJADI PNBP

Jakarta | dari suara daerah. online

Departemen Keuangan (Depkeu) menegaskan penerimaan dana calon mahasiswa baru tetap masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kendati begitu Depkeu akan memudahkan proses pemasukan anggaran ke kas negara berikut pengeluaranya.

“Prosesnya akan cepat, jadi PTN tidak perlu khawatir menunggu lama,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan NAsional (Depdiknas) Fasli Jalal Senin (17/3) di Jakarta. Tak hanya itu, uang pendaftaran mahasiswa yang selama ini dipersoalkan pun disepakati menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Dia juga menjelaskan paguyuban rektor Indonesia dengan Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) akhirnya mencapai titik temu. Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk panitia nasional bersama.

Paguyuban rektor yang dari 41 PTN dan Perhimpunan SPMB sepakat membentuk panitia nasional bersama. “Mengenai namanya sendiri nanti akan dibahas di panitia nasional, namanya belum ada,” Kata Fasli.

Menurut dia meski kemungkinan kepanitiaan berubah, namun mekanisme pendaftaran calon mahasiswa sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Para calon mahasiswa bisa mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di mana dia tinggal, untuk mengakses PTN di manapun.

Hal yang membedakan dengan tahun sebelumnya, yaitu mengenai pengelolaan dana mahasiswa. Kini disepakati jika dana hasil pendaftaran mahasiswa sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Nantinya dana ini akan dikelola oleh provinsi masing-masing.

Departemen keuangan sudah menegaskan bahwa penerimaan dana calon mahasiswa baru tetap masuk PNBP. Depkeu akan memudahkan proses pemasukan anggaran ke kas negara berikut pengeluaranya. Tegasnya

Sementara itu Ketua Perhimpunan SPMB Asman Budi Santosa mengatakan pihaknya sepakat menyetop polemik SPMB dan UMPTN. “Semalam (Minggu 16/3 -red) 40 rektor se-Indonesia sepakat untuk menutup polemik mengenai SPMB atau UMPTN,” ujarnya. Asman mengaku sudah final akan menggunakan sistem nasional seperti yang dulu-dulu.

“Alasannya sederhana, kalau tiap universitas mengadakan seleksi kasihan calon mahasiswa harus ke sana ke mari,” ujarnya tegas. Menurut Asman rektor Universitas Airlangga Muhammad Fasich juga menyetujuinya

Dikatakan Asman, polemik ini bukan persoalan dana karena yang diterima universitas selama ini bukan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk fasilitas. “Justru dengan SPMB nasional, perguruan tinggi negeri bebas dari PNBP. Ini sudah diaudit dan sudah clear,” kata Asman.

Redaksi Suara daerah Dedy H.

Komentar bertahan »

Kata-kata penyejuk jiwa

<=>Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

Seandainya kita tidak mampu untuk mengutuskan secebis kesenangan kepada orang lain, berusahalah supaya kita tidak mengirimkan walau sezarah kesusahan kepada orang lain.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka.

Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya

Jadikan dirimu bagai pohon yang rendang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu api.<=>

Komentar bertahan »

TERUNTUK- SAHABAT2 KU

DI SELA TAWAMU

AKU TAU ADA DUKA YANG TERSIMPAN

DI BALIK CANDAMU

MASIH ADA DUKA YANG DALAM

JANGAN KAU DUSTAI KATA HATIMU

DENGAN KEGEMBIRAAN SEMU

AKU SAHABATMU SIAP MEMBANTU

MELEPAS BEBAN DUKA MU

AGAR HADIR CERIAMU YANG DULU

DETIK-DETIK TELAH BERLALU

KU RAIH BAYANGMU DALAM BAYANGKU

KU CIPTAKAN KEMBALI CANDA TAWAMU

AKH……………….

KU SADAR SEMUA HANYA ANGANKU

KAU BEGITUH JAUH DI SANA

DALAM DIAM KU PEJAM MATA

DALAM RINDU KU PINTA DO’A

SEMOGA KAU BAHAGIA DISANA

DAN………………

PERSAHABATAN KITA KEKAL ADANYA

Komentar bertahan »