Belum ada jalan untuk swastanisasi penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk kesekian kalinya, Menteri Agama HM Maftuh Basyuni menolak wacana tersebut. Ia malah berkeyakinan penanganan jemaah calon haji (JCH) akan semakin bobrok, jika diswastakan.
“Kalau ada swastaisasi haji akan semakin bobrok (rusak), karena terjadi rebutan,” katanya usai meninjau Pesantren Kota (Peskot) Putri NU Surabaya, Rabu (28/11).
Maftuh menanggapi wacana swastanisasi haji akibat adanya masalah haji dari tahun ke tahun. Seperti kasus katering tahun lalu dan kasus “delay” JCH kloter 26/Embarkasi Surabaya, 25 November 2007.
Mantan Sekjen Depag itu, malah mengungkapkan penyelenggaraan haji dengan ONH (Ongkos Naik Haji) Plus atau BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Plus yang justru sering bermasalah. Asal tahu saja, semua itu diselenggarakan oleh pihak swasta.
“Haji dengan ONH Plus merupakan bukti swastaisasi akan bermasalah. Ibarat, biaya Rp 10 ribu akan menjadi Rp 20 ribu bila diperebutkan, apakah hal itu bukan bobrok namanya?” katanya didampingi pengasuh Pesantren Kota Putri NU di kompleks SMP-SMA Khadijah Surabaya Nyai Hj Maryam Toha.
Maftuh menyebutkan, haji merupakan tugas Depag yang paling mudah. Tapi tugas itu sering menimbulkan masalah, seperti kasus katering akibat adanya ’tangan-tangan kotor’. Karena itu, kata dia, yang harus dibikin habis tangan-tangan kotor itu. (Redaksi Suara daerah. online)