SKB 3 menteri tentang Ahmadiyah

SKB 3 Menteri
Sebagai negara yang mendaku dirinya berdasarkan konstitusi, munculnya SKB 3 Menteri sebagai pemutus final nasib jemaah Ahmadiyah, adalah sangat problematis. Dengan SKB 3 Menteri, negara telah melakukan intervensi terhadap ruang agama. Tentunya, berbeda dengan negara teokrasi, pemerintah Indonesia tidak dibenarkan mengeluarkan kebijakan seperti itu.

Seandainya SKB 3 Menteri berujung pada pembekuan dan pelarangan aliran Ahmadiyah, demi hukum SKB tersebut batal. Pembekuan dan pelarangan aliran Ahmadiyah yang jelas-jelas sah secara hukum, akan menabrak logika perundangan-undangan di atasnya, UUD 1945.

Secara etis, pembekuan dan pelarangan aliran Ahmadiyah tidak bisa dibenarkan dalam perspektif Hak Azasi Manusia (HAM). Dimana setiap warga negara diakui kebebasannya dalam menganut agama, aliran kepercayaan atau keyakinan tertentu. Pemerintah seyogyanya tahu batasan, kapan dan dimana Ahmadiyah disebut sebagai umat. Dan kapan dan dimana Ahmadiyah disebut sebagai warga negara. Mencampuradukan kategori itu, sama artinya mencampuradukan antara urusan agama dengan urusan negara. Dan sekali lagi, Indonesia dibangun bukan berdasar agama tertentu, melainkan kontrak sosial yang mewujud dalam konstitusi.

Idealnya negara tetap tegak berdiri di atas konstitusi. Indikatornya, negara tidak mencampuri urusan agama warga negaranya. Negara menjamin hak azasi setiap warga negaranya. Serta, demi hukum, negara tidak berhak melakukan kekerasan terhadap warganya melalui penerbitan SKB 3 Menteri.

Sampai titik ini, pernyataan Ketua MK Jimly Ashidiqy (8/5), cukup problematis. Menurutnya, seharusnya masyarakat dan kelompok-kelompok yang lain menunggu sampai SKB 3 Menteri diterbitkan. Bilamana dianggap bertentangan dengan konstitusi, maka sah untuk digugat kembali melalui mekanisme judicial review. Pernyataan tersebut tentu saja menyiratkan bahwa pengeluaran SKB 3 Menteri merupakan proses regulasi yang sah secara hukum. Padahal, pada dasarnya, SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah sudah mengalami sesat logika. Pencampuradukan antara ruang negara dengan agama.

Sebagai pamungkas, pernyataan Gus Mus cukup menarik untuk kita renungkan bersama. Gus Mus mengilustrasikan, bilamana ada orang ingin pergi ke Semarang namun tersesat ke Solo, apakah lantas benar bagi kita untuk memukulinya? Tentu saja tidak. Demikian halnya, membekukan dan melarang aliran Ahmadiyah sama artinya dengan melakukan kekerasan terhadap orang yang tersesat jalannya.

Sekedar mengingatkan, berbekal fatwa MUI dan rekomendasi Bakorpakem, aksi kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah sampai hari ini masih terus terjadi. Asumsinya, eskalasi aksi kekerasan akan semakin naik dengan terbitnya SKB 3 Menteri. Kita ingat tragedi pembantaian anggota dan simpatisan PKI terjadi setelah negara (rezim Soeharto) mengeluarkan surat pembekuan dan pelarangan partai beraliran komunis tersebut. Tentu saja, kita semua berharap agar tragika kemanusiaan-kemasyarakat yang berdarah-darah itu tidak pernah terulang lagi di negeri ini dalam kasus Ahmadiyah atau lainnya. []

Komentar bertahan »

sejarah munculnya Ahmadiyah

Aliran ini sekarang kembali banyak diberitakan terkait keluarnya surat rekomendasi dari badan PAKEM nasional, yang merekomendasikan kepada pemerintah untuk membubarkan aliran ini. Karena dinilai sudah melanggar 12 kesepakatan bersama, yang salah satunya adalah melarang aliran Ahmadiyah melakukan aktivitasnya di depan umum. Meskipun aliran ini memang terbukti sesat, namun sulit membubarkannya, karena di backup oleh Negara-negara kuat, salah satunya adalah Inggris. Dan bagi orang awam akan cukup sulit membedakan ajaran mereka dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Karena di awal merekrut anggota mereka akan mengatakan Nabi Muhammad juga nabi mereka, dan syahadatnya juga sama. Hanya saja mereka mengatakan/menafsirkan Khatamannabiyyin sebagai nabi termulia, bukan penutup para Nabi dan Rasul.

Sejarah Ahmadiyah tidak lepas dari pendirinya yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Seorang pengikut ahmadiyah yang kemudian menjadi khalifah II, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad menulis riwayat hidup Mirza Ghulam Ahmad. Berikut petikannya:

“Pendiri Jemaat Ahmadiyah bernama Hazrat MIrza Ghulam Ahmad. Nama beliau yang asli hanyalah Ghulam Ahmad. Mirza melambangkan keturunan Moghul (Kerajaan Islam yang pernah ada di India). Kebisaannya adalah suka menggunakan nama Ahmad bagi nama beliau secara ringkas. Maka, waktu menerima bai’at dari orang-orang, beliau hanya memakai nama ahmad. Dalam ilham-ilham, Allah Ta’ala sering memanggil beliau dengan nama Ahmad juga. Hazrat Ahmad lahir pada tanggal 13 februari 1933 M, atau 14 Syawal 1230H, hari jum’at pada waktu sholat subuh, di rumah Mirza Ghulam Murtaza di desa Qadian. Beliau lahir kembar, saat ia lahir, beserta beliau lahir pula seorang anak perempuan yang tidak berapa lama kemudian meninggal. Demikianlah sempurna sudah kabar gaib yang tertera di dalam kitab-kitab agama Islam bahwa Imam Mahdi akan lahir kembar. Qadian terletak 57km sebelah timur kota Lahore, dan 24km kota Amritsar di propinsi Punjab India”.

Lebih jauh perkembangan pergerakan ini ditulis: “Pergerakan jamaah Ahmadiyah dalam islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasioanl yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, dan Eropa. Saat ini jumlah anggotanya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang, dan angkanya terus bertambah dari hari ke hari. Jemaah ini adalah golongan islam yang paling di names dalam sejarah era modern. Jamaah ahmadiyah didirikan tahun 1889 oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ( 1835-1908 ) di qadian, suatu desa didaerah Punjab, India. Beliau mendakwahkan diri sebagai pembaharu (mujadid) yang diharapkan dating di akhir zaman dan beliau adalah seseorang yang ditunggu kedatangannya oleh semua masyarakat beragama (Mahdi dan Al-Masih). Beliau memulai pergerakan ini sebagai perwujudan dari ajaran dan pesan Islam yang sarat dengan kebajikan, perdamaian, persaudaraan, universal dan tunduk patuh pada kehendakNya dalam kemurnian yang sejati. Hazrat Ahmad menyatakan bahwa Islam sebagai agama bagi umat manusia:”Agama orang-orang yang berada di jalan yang lurus”.

Setelah wafatnya pendiri jamaah Ahmadiyah, gerakan ini dipimpin oleh para khalifah:

- Khalifah Masih I : Hazrat Maulvi Nuruddin (1908-1914)

- Khalifah Masih II : Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad (1914-1965)

- Khalifah Masih III : Hazrat Hafiz Nasir Ahmad (1965-1983)

- Khalifah Masih IV : Mirza Tahir Ahmad (1983-2003)

- Khalifah Masih V : Hazrat Mirza Masroor Ahmad (2003-sekarang).

Kenabian Mirza Ghulam Ahmad

Para pendakwah Ahmadiyah sering mengelak dan berkilah dari konsep kenabian Mirza. Sebab, jika diawal mereka terang-terangan mengakui kenabian Mirza, maka akan mudah lawan-lawan Ahmadiyah menyerangnya dan mengatakannya sesat, diluar Islam, maka aliran ini akan sulit mendapatkan simpati dan pengikut.

Berikut beberapa teks dari buku-buku yang dikarang sendiri oleh Mirza atau pengikut aliran ini, yang menunjukan bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi ataukah manusia biasa:

  1. Dari terjemahan buku Ahmadiyah yang berjudul (The Ahmadiyya Movement in Islam inc.) karangan Louis J. Hamman dari Gettysburg College, terjemahannya direstui oleh Syekh Mubarrak Ahmad, tertulis sebagai berikut: “Bagaimanapun sampai umur 41 tahun (1876) Hazrat Ahmad mulai menerima banyak wahyu yang akan membawanya pada keyakinan bahwa didalam pribadinya telah genap datangnya Al-Mahdi. “Setelahnya”, sebagaimana kata Zafrullah Khan, “telah diwahyukan kepadanya bahwa ia juga adalah Al-Masih yang dijanjikan dan benar-benar seorang nabi yang dating seperti yang telah dikabarkan dalam agama-agama utama di dunia “. Ia adalah “juara yang berasal dari Tuhan dengan jubah pakaian semua para Nabi”.
  2. Dalam buku yang juga dikeluarkan oleh jamaah Ahmadiyah berjudul “Perjalanan Mirza Ghulam Ahmad” termuat sebagai berikut:

- Tahun 1876 Hazrat Ahmad berusia kurang lebih 40 tahun ketika ayah beliau sakit, dan penyakitnya tidaklah begitu berbahaya. Tetapi Allah menurunkan ilham ini kepada beliau: “Persumpahan demi langit yang merupakan sumber takdir, dan demi peristiwa yang akan terjadi setelah tenggelamnya matahari pada hari ini”.

Tiba-tiba saya rasakan seperti tidur dan menerima ilham yang kedua: “Apakah Allah tidak cukup bagi HambaNya?”

- Di dalam buku itu, Hazrat Ahmad juga mencantumkan beberapa ilham yang beliau terima, sebagian diantaranya kami paparkan disini supaya terlihat bukti-bukti kebenarannya: “Seorang nabi telah datang ke dunia, namun dunia tidak menerimanya”.

“Akan datang kepadamu hadiah-hadiah dari tempat-tempat yang jauh dan orang-orang banyak akan datang dari tempat-tempat yang jauh”.

Pendakwaan Diri sebagai Masih Mau’ud

- “Pada tahun 1891 telah terjadi suatu perubahan yang amat besar, yakni Hazrat Ahmad diberi ilham oleh Allah bahwasannya Nabi Isa yang ditunggu-tunggu kedatangannya kedua kali itu telah wafat dan tidak akan datang lagi kedunia ini. Kedatangan nabi Isa kedua adalah orang lain yang akan datang dengan sifat dan cara seperti nabi Isa, yaitu Hazrat Ahmad sendiri orangnya.

  1. Dalam buku yang dikeluarkan oleh jamaah Ahmadiyah yang berjudul: Analisa Tentang Khataman Nabiyyin, dinukil beberapa perkataan Mirza: “Kami beriman bahwa nabi Muhammad berpangkat Khataman dan sesudah beliau tidak akan ada seorangpun terkecuali yang dipelihara oleh faidh dan berkatnya dan sudah dinyatakan oleh janjinya”.

“Sesungguhnya nabi kita(Muhammad) adalah khatamul anbiyaa, sesudah beliau tidak ada seorangpun nabi, terkecuali orang yang diterangi oleh nur beliau dan yang penzahirannya adalah bayangan dari penzahiran beliau”.

Lalu penulis buku itu menyimpulkan: “Yang menjadi perbedaan antara kami jamaah Ahmadiyah dengan golongan Islam lain hanyalah satu, kami percaya bahwa nabi yang dijanjikan sudah datang, yakni Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad”.

  1. Dalam buku Ajaranku yang ditulis oleh Mirza sendiri termuat: “Aku sekali-kali tidak mengingkari keluhuran Hazrah Isa, sungguhpun kepadaku Tuhan mengabarkan bahwa Masih Muhammadi berkedudukan lebih tinggi dari Masih Musawi, akan tetapi aku memberi penghormatan yang sangat tinggi terhadap Masih ibnu Maryam, oleh sebab dalam segi kerohanian aku adalah Khatamul Khulafa di dalam Islam, seperti halnya Masih ibnu Maryam adalah Khatamul Khulafa di dalam silsilah Israil. Dalam Syariah Musa, Isa ibnu Maryam adalah Masih Mau’ud, sedangkan di dalam syariah Muhammad SAW akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku, dan barang siapa yang mengatakan bahwa aku tidak menghormati beliau, dialah seorang pembuat onar dan seorang pendusta besar”.

Dari beberapa tulisan di atas, jelas dan tidak diragukan lagi bahwa:

- Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya sebagai nabi dan rasul yang menerima wahyu

- Kadang Mirza juga mengaku sebagai Al-Mahdi, kadang Al-Masih dan kadang Al-Mau’ud atau Masih Mau’ud

- Para pengikut aliran ini sepakat bahwa Mirza adalah nabi dan menerima wahyu

Disinilah kesesatan mereka mulai terihat.

Sumber : Buku Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah, karangan Dr.Ahmad Lutfi Fatullah, MA.(Dosen PascaSarjana untuk mata kuliah Hadits dan ilmu Hadits di UIN Jakarta, UI, IIQ Jakarta, IAIN SGDBandung, Univ.Muhammadiyah, UIN-McGill Canada, Dosen penguji Siswazah Univ. Kebangsaan Malaysia)

Komentar bertahan »

Kaum Perempuan

Siapa pun yang menaru iba hati kepada kaum perempuan pada dasarnya tidak sedang memberikan penghargaan kepadanya. siapa pun yang mengkambing hitamkan kaum perempuan untuk suatu kesalahan yang merusak masyarakat pada dasarnya tengah menjalankan penindasan terhadapnya.

siapa pun yang mengganggap kaum perempuan kebajikan yang ditebarkan oleh kaum perempuan sebagai kebajikannya sendiri dan kejahatan yang dimuntahkan oleh kaum perempuan sebagai kejahatan nya sendiri pada dasarnya tengah mengubur rasa malu dihatinya sendiri dalam liang kepura-puraanya.

siapa pun baru bisa dinilai tengah memberi kemuliaan bagi kaum perempuan dengan penuh kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan yang dironakan Tuhan sewaktu menciptakan kaum perempuan.

Komentar bertahan »

Perjalanan seorang manusia

hidup tak lebih dari sekedar suatu keperkasaan yang meriasi massa Remaja, suatu keperkasaan yang meriasi masa remaja, suatu keuletan yang memahkotai masa dewasa dan suatu kebijakan yang menjubahi masa tua. namun engkau telah terlahir dalam keadaan tua dan sakit- sakitan. kulitmu telah disarangi oleh keriput berkeru, kepalamu pun mengecil, sehingga engkau tak ada bedanya dengan seorang bocah yang berkerjaran dalam limbah lelumpuran dan saling menimpukkan gumpalan batu satu dengan yang lainnya.

Komentar bertahan »

Surat Kepada Gadis Pujaan

Kepada

Yang terpatri Di Hati

Wahai Gadis KU

Salam Rindu, (dari Tip- X )

GadisKU, Sebelumnya mohon maaf atas kelancangan hati ini yang harus jujur atas gundah gulana yang menerpa batin.

Dalam hidupku, Aku tak dapat melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakan kepada siapapun. Aku terbakar dalam diriku sendiri, tanpa mampu memadamkannya, karena kesejukan itu hanya kuharap darimu. Segenap jiwa dan raga ini milik Ilahi Rabbi Sang Maha Pencipta, namun hati ini tertunduk padamu. Kumohon belenggulah hati ini dengan cintamu, agar terbayar sejuta rindu dihati.

Duhai hati yang merindu, dengarlah ungkapan jiwaku ini yang hendak mengurai kebenaran dan tabir suci dari Pemilik Keagungan… Yang Maha Perkasa, Pencipta Semesta. Wahai cahaya malam, satukanlah rinduku ini dalam setiap sinarmu, bawalah ia bersamamu menembus ruang tanpa massa keharibaan Sang

pujaanku, bunga mawar indahku. Sungguh, manusia terlalu sederhana dihadapan Dia Sang Pencipta, segala pengetahuan disatukan dari semua pemikiran, bukan semakin mendekati pengetahuan-Nya, malah semakin menunjukan betapa kerdilnya kita. Tapi pengetahuan kita yang kerdil itu adalah jalan untuk mengenal-Nya.

Sungguh manusia terlalu sederhana didepan Sang maha Cinta, semakin kita mengenal cinta semakin ia kecil dibandingkan cinta-Nya tapi cinta sederhana itu adalah jalan untuk mencinta-Nya. Dan aku kini. Tengah mengurai-Mu dari sisi yang teramat sederhana untuk-Mu, ya…dengan rindu sederhana ini atas satu ciptaan-Mu, Wahai Gadisku…rembulan yang engkau hadirkan dilangit indah di dalam hatiku. Ketika rindu itu menyergap, maka tak ada yang tak terhingga rindu milik-Mu, ketika pesona indahnya datang, maka ada tak terhingga pesona milik-Mu.

Duhai Pemilik Semesta, Engkau berdialog melaluinya tentang indah-Mu, tentang cantik-Mu, … damai-Mu,…Surga-Mu, ijinkanlah aku merindu-Mu dengan rindu sederhana ini, …padanya. ( Gadis Pujaan ku )

Berkenankah engkau menjadi rembulan dilangit hatiku? Hati yang merindukan lembut cahayanya? berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? Seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi SAW? Berkenankah engkau?

“ Dari Seorang yang selalu

Mengagumimu”

Komentar bertahan »

Swastanisasi Haji, Masih Mimpi

Belum ada jalan untuk swastanisasi penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk kesekian kalinya, Menteri Agama HM Maftuh Basyuni menolak wacana tersebut. Ia malah berkeyakinan penanganan jemaah calon haji (JCH) akan semakin bobrok, jika diswastakan.

“Kalau ada swastaisasi haji akan semakin bobrok (rusak), karena terjadi rebutan,” katanya usai meninjau Pesantren Kota (Peskot) Putri NU Surabaya, Rabu (28/11).

Maftuh menanggapi wacana swastanisasi haji akibat adanya masalah haji dari tahun ke tahun. Seperti kasus katering tahun lalu dan kasus “delay” JCH kloter 26/Embarkasi Surabaya, 25 November 2007.

Mantan Sekjen Depag itu, malah mengungkapkan penyelenggaraan haji dengan ONH (Ongkos Naik Haji) Plus atau BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Plus yang justru sering bermasalah. Asal tahu saja, semua itu diselenggarakan oleh pihak swasta.

“Haji dengan ONH Plus merupakan bukti swastaisasi akan bermasalah. Ibarat, biaya Rp 10 ribu akan menjadi Rp 20 ribu bila diperebutkan, apakah hal itu bukan bobrok namanya?” katanya didampingi pengasuh Pesantren Kota Putri NU di kompleks SMP-SMA Khadijah Surabaya Nyai Hj Maryam Toha.

Maftuh menyebutkan, haji merupakan tugas Depag yang paling mudah. Tapi tugas itu sering menimbulkan masalah, seperti kasus katering akibat adanya ’tangan-tangan kotor’. Karena itu, kata dia, yang harus dibikin habis tangan-tangan kotor itu. (Redaksi Suara daerah. online)

Komentar bertahan »

SPMB MENJADI PNBP

Jakarta | dari suara daerah. online

Departemen Keuangan (Depkeu) menegaskan penerimaan dana calon mahasiswa baru tetap masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kendati begitu Depkeu akan memudahkan proses pemasukan anggaran ke kas negara berikut pengeluaranya.

“Prosesnya akan cepat, jadi PTN tidak perlu khawatir menunggu lama,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan NAsional (Depdiknas) Fasli Jalal Senin (17/3) di Jakarta. Tak hanya itu, uang pendaftaran mahasiswa yang selama ini dipersoalkan pun disepakati menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Dia juga menjelaskan paguyuban rektor Indonesia dengan Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) akhirnya mencapai titik temu. Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk panitia nasional bersama.

Paguyuban rektor yang dari 41 PTN dan Perhimpunan SPMB sepakat membentuk panitia nasional bersama. “Mengenai namanya sendiri nanti akan dibahas di panitia nasional, namanya belum ada,” Kata Fasli.

Menurut dia meski kemungkinan kepanitiaan berubah, namun mekanisme pendaftaran calon mahasiswa sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Para calon mahasiswa bisa mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di mana dia tinggal, untuk mengakses PTN di manapun.

Hal yang membedakan dengan tahun sebelumnya, yaitu mengenai pengelolaan dana mahasiswa. Kini disepakati jika dana hasil pendaftaran mahasiswa sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Nantinya dana ini akan dikelola oleh provinsi masing-masing.

Departemen keuangan sudah menegaskan bahwa penerimaan dana calon mahasiswa baru tetap masuk PNBP. Depkeu akan memudahkan proses pemasukan anggaran ke kas negara berikut pengeluaranya. Tegasnya

Sementara itu Ketua Perhimpunan SPMB Asman Budi Santosa mengatakan pihaknya sepakat menyetop polemik SPMB dan UMPTN. “Semalam (Minggu 16/3 -red) 40 rektor se-Indonesia sepakat untuk menutup polemik mengenai SPMB atau UMPTN,” ujarnya. Asman mengaku sudah final akan menggunakan sistem nasional seperti yang dulu-dulu.

“Alasannya sederhana, kalau tiap universitas mengadakan seleksi kasihan calon mahasiswa harus ke sana ke mari,” ujarnya tegas. Menurut Asman rektor Universitas Airlangga Muhammad Fasich juga menyetujuinya

Dikatakan Asman, polemik ini bukan persoalan dana karena yang diterima universitas selama ini bukan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk fasilitas. “Justru dengan SPMB nasional, perguruan tinggi negeri bebas dari PNBP. Ini sudah diaudit dan sudah clear,” kata Asman.

Redaksi Suara daerah Dedy H.

Komentar bertahan »

Kata-kata penyejuk jiwa

<=>Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

Seandainya kita tidak mampu untuk mengutuskan secebis kesenangan kepada orang lain, berusahalah supaya kita tidak mengirimkan walau sezarah kesusahan kepada orang lain.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka.

Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya

Jadikan dirimu bagai pohon yang rendang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu api.<=>

Komentar bertahan »

TERUNTUK- SAHABAT2 KU

DI SELA TAWAMU

AKU TAU ADA DUKA YANG TERSIMPAN

DI BALIK CANDAMU

MASIH ADA DUKA YANG DALAM

JANGAN KAU DUSTAI KATA HATIMU

DENGAN KEGEMBIRAAN SEMU

AKU SAHABATMU SIAP MEMBANTU

MELEPAS BEBAN DUKA MU

AGAR HADIR CERIAMU YANG DULU

DETIK-DETIK TELAH BERLALU

KU RAIH BAYANGMU DALAM BAYANGKU

KU CIPTAKAN KEMBALI CANDA TAWAMU

AKH……………….

KU SADAR SEMUA HANYA ANGANKU

KAU BEGITUH JAUH DI SANA

DALAM DIAM KU PEJAM MATA

DALAM RINDU KU PINTA DO’A

SEMOGA KAU BAHAGIA DISANA

DAN………………

PERSAHABATAN KITA KEKAL ADANYA

Komentar bertahan »

7 ALASAN MENCELA DIRI


Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,
pertama kali ketika aku melihatnya lemah,
padahal seharusnya ia bisa kuat.

Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket
dihadapan orang yang lumpuh

Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah
ia memilih yang mudah

Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri
dengan mengatakan bahawa semua orang juga melakukan kesalahan

Kelima kali, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakannya sebagai sabar

Keenam kali, ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk
padahal ia tahu, bahawa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai

Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat

#Inspirasi dari sufi Agung Kahlil Gibran#

Komentar bertahan »